• Home
  • Puisi
  • Cerpen
  • 1st Chapter
  • Syarat NgeblogKirimkan karya kamu
  • Agenda

Cinta yang Singkat

17 January 2012   Written by Adelia Marista Safitri
E-mail Print PDF
1st Chapter
User Rating: / 0
PoorBest 

Parade kesenian itu membuka pintu ingatanku pada satu waktu yang telah lama ku lalui. Ya, waktu itu, sekitar satu tahun yang lalu di Senin senja. Masih melekat sekali di benakku bagaimana ia membawaku bertemu dengan Alan. 


Alan, pria berpostur tinggi dan rambut pendek namun rapi, menyenggol lenganku saat aku tengah menyaksikan parade itu berlangsung. Haha.. Seringkali aku tersenyum kecil ketika aku mengingat es krim yang ia tumpahkan ke blus hijauku waktu itu. Lucunya, dia meminta maaf kepadaku dengan es krim yang memenuhi mulutnya, belepotan. Namun, es krim itu lah yang menjadi saksi perkenalan kami. Singkat memang. Tak ada kecanggungan di antara kami saat dia mengucapkan kata, "Sorry. Siapa namamu?"sembari mengulurkan tangannya. Aku hanya tersenyum malu. "Oh, hai, aku Astari. Cukup panggil aku dengan Asta.", jawabku.

***

Sejak perayaan parade itu usai, aku tak lagi bertemu dengannya. Hmm.. mungkin ini hanya pertemuan singkat dan unik menurutku. Suatu malam di pertengahan bulan, aku mengunjungi pertunjukkan kesenian lainnya, di lain tempat tentunya. Aku melihat sosok pria cool dengan topi yang menutupi kepalanya sedang asik menunjuk-nunjukkan tangannya mengarahi beberapa orang di sekitarnya. Sepertinya aku mengenalinya. "Hey, iya, dia Alan! Loh, apa yang sedang ia perbuat?" batinku. Tau begitu, aku tak lekas memanggilnya. Aku mengalihkan pandanganku pada tari papua yang sedang berlangsung saat itu. Entah, aku memang begitu menyukai seni. Mungkin sifat lembut ibu menurun padaku. Ya, beliau memang menyukai seni, seni apapun itu.

Entah berapa banyak aku mengunjungi berbagai pertunjukkan seni di bulan itu. Saking seringnya, aku tak ingat berapa jumlah pastinya. Mungkin karena aku begitu menikmatinya. Malam itu, setelah acaranya selesai, aku duduk di halte menunggu bus yang akan mengantarkan aku pulang. Aku merogoh kantong celanaku dan kuraih handphone di dalamnya. 21.30. Malam sekali ini. Kapan aku bisa pulang? Ke mana bus yang hendak mengantarku pulang? Sudah jam berapa ini? Semua pertanyaan menggeluti pikiranku sendiri. Hampir saja aku kesal dibuatnya. "Huh..", aku mendesah keras. "Tenang saja, sebentar lagi busnya datang kok". Buru-buru aku menoleh mencari asal suara itu. Alan! "Tunggu lima menit lagi ya.", ujarnya lagi. Hey, apa dia sudah lama di sampingku? Bagaimana bisa aku tak melihatnya? Apa dia mendengar keluhanku sejak tadi?

***

Sejak pertemuan singkat kami di halte ujung jalan itu, kami bertukar nomor HP. Sejak saat itulah aku dekat dengannya. Dia mulai sering mengirimiku pesan singkat, seperti jadwal rutinitasnya ku . Ia kerapkali menanyaiku tentang apa yang ku lakukan seharian, jadwal makanku, hingga mengajakku ke pertunjukkan seni yang ada. Dia pakar seni buatku. Bagaimana tidak, dia tahu benar seluk-beluk seni. Jarang sekali aku menemukan laki-laki yang gemar akan beberapa seni di negeri sendiri. Namun sekarang aku menemukannya. Ya, sosok seniman yang telah mengubah hidupku. Seringkali aku merasakan jantungku berdegup secara tak wajar ketika aku ada di dekatnya. Inikah...

***

Perhatian-perhatian yang ia beri membuatku semakin nyaman. Baru kali ini ada orang yang baru saja kukenal namun mampu menarik atensiku begitu cepatnya. Dia pribadi yang unik. Hingga pada suatu malam di akhir tahun, handphone yang saat itu kutindih di tempat tidur bergetar. 1 new message. Alan. Mataku terbelalak membaca pesannya saat itu. Dia memintaku untuk menjadi pacarnya? Bagaimana mungkin? Baru satu bulan lebih aku mengenalnya, apa harus secepat ini? Apa yang harus kulakukan?

 

Add comment


Security code
Refresh

Send
Cancel
JComments

Book of The Month

-

Buku Baru

resize image

Fan Pages

Facebook

GagasMedia GagasMedia is a fan of

GagasMediaGagasMedia

Gagas Tweet

Gagas Shoutbox


feed-icon-28x28
Copyright © 2010 Gagas Media. All Rights Reserved.
Powered by Joomla! • Design by Joomlaku • Go to Top