dear yessy, dari yang kamu kirim, cuma dapat ini doang, :(
Simfoni Pagi
Kepada pagi kutitipkan sepenggal romansa
Tentang bintang, juga beribu keindahan malam
Seraya menyesapi aroma bumi dan belajar bahasa hujan
Sebuah simfoni yang membuat aku mengerti
: Kita tidak pernah sendiri
Ruang Jeda, 02 Mei 2011
Nama : Furi Cahya Purnama
Alamat : Graha Praba Samanta, Gd Japfa IV
Jl Daan Mogot KM. 12 No. 09 Jakarta.
Kode Pos : 11730
Telepon : 0812 8175 6464
Sianida Penawar Perih
/1/
Engkau lenyap bersama abu dari sesisa puntung rokok yang tak habis kau
hisap, dan aku terpaku diatas sebuah kursi sendu yang semakin rapuh
sejak entah hinggapi hadirmu. Semasa air mata yang tlah hilang
tercampur lumpur demi menyambung desah nafas yang tak bisa rehat walau
sejenak. Peduli? Hanya entahmu yang tersenyum getir – aku.
/2/
Rerintik hujan hadir bertandang, dimana dahulu kau eja sebagai
pengganti indahku dalam lantunan sajak paling merdu. Kini tiap
bulirnya adalah peluru tajam yang terus menyiksa dalam waktu yang tak
berbatas. Entah sampai kapan aku menjadi padma yang menahan nanar
perih segan dari segelintir kerabat, rekan atau sahabat. Berkali
kukatakan pada diri dengan nafas yang paling berat untuk bersandar
pada dinding basah yang temaram dan semakin pucat, meski hanya akan
menambah sakit di lukaku yang sudah busuk dan bernanah.
/3/
Sabarku tlah habis dimakan masa dalam asa yang nyaris putus, remuk
berserak dan bergelimang sesal seesaki setiap pembuluh darah yang
masih tersisa. Pilu yang paling maha adalah ketika menatap secarik
kanvas lusuh dari sebayang lukisan bertajuk esok yang semakin pudar.
Darahku menetes lambat dalam perih - buah hatiku.
/4/
Dalam segumpal sianida yang akan mejadi penawar perih, ku undang
malaikat maut lewat surat bersampul emas berpita ungu. Mencoba
berbisik dalam sebuah lamunan, semoga dapat segera pergi dari tarikan
gravitasi atas segala hitam, pun anandaku.
/5/
Sendiri terbaring lunglai meski gemetar atas takut yang paling akut,
dalam batas serupa ruang tunggu sembab oleh kabut pekat. Sejenak
terpikir apakah ini yang dinamakan kembali kepada rahim bumi. Namum
beberapa detik kemudian kutapaki diri yang masih tergagap - Aku hidup.
/6/
Adalah berharga setiap tetes detik yang kita helat. Laksana kerikil
penopang semesta, risalah kemarin ku genggam sebagai pondasi saat ini
dan esok, meski seutuhnya bumi masih menghunjam ringkih ragaku.
Ruang Jeda, April 2011
Hidup Baru
Seperti pagi yang kita inginkan.
malam terlalu suram
tak tau jendela mana
pengantar raut Surya
Hanya ada jantung
Sisa makan belatung
Ada hati yang tiada fungsi
Entah.
Ijinkan aku bunuh diri
Lalu reinkarnasi
Dengan organ transplantasi
Melanjutkan kisah lain lagi
Selamat menjemput hidup baru
MK, Taipei, 13052011
Data Diri:
Nama Pena : Minie Kholik
Nama Asli : Karmini
Alamat : Dsn. Cogreg RT 03 , RW 12, Desa; Cihonje, Kec;
Gumelar Kab;Banyumas. Jawa Tengah . 53165
HP ; +886930650461 (Taiwan)
Kabar Keadaan
apa kabarmu, cinta?
bagaimana keadaanmu, rasa?
Ungkapan yang terbungkam
Qalbu yang masih juga mendamba
Belum sepenuhnya aku terlalai
Atas rasa yang lama mengendap dalam jiwa
Haru ternyata tetap setia untukmu
mengapa aku tak bisa sepenuhnya melupa?
mengapa kepedulian masih enggan lepas darimu?
Aku bahkan sempat menyingkirkannya
Zona hijau yang selalu menyeretku pada kelabu
Ilalang tinggi yang menenggelamkan aku pada hampanya harapan
Ziarah singkat tak pernah pula mempertemukanku padamu
apa kabar, sayang?
bagaimana keadaanmu, kekaguman?
Hangat mentari masih tak enggan menyapa pagi
Intuisi kata tak juga habis diutarakan
Lukisan kedamaian masih tercetak jelas melalui wajah anggunmu
Manisan senyum belum juga hambar
Yang senantiasa ada ketika aku mulai lelah berdiri
mengapa tetap saja senyumku terlepas karenamu?
mengapa hujan masih indah di mataku untuk mengingatmu?
Diam-diam aku telah terbang jauh
Zirahmu kulepas agar aku bisa bebas
Untaian kebaikanmu perlahan menyembuhkan aku
Lisanmu yang tak henti berceloteh menyadarkan aku
Quote yang kau paksakan telah meresap dalam nadiku
Orbitmu yang tegas semakin meyakinkan aku pada kilau cahaya
Rinai-rinai ini tetap menjadi kenanganku akanmu
Nada-nada itu tetap menjadi indah dalam gendangku
Akurasi cerdasmu tetap menjadi decak kagum dalam fikirku
- namun,
Ijinkan kali ini aku menatapmu dengan biasa saja
Nestapa tak akan lagi ada bagaimana pun keadaanmu
~ semoga
teruntuk hujan
sudah kutuliskan segala hal tentangmu dalam sebuah jurnal usang dan
menyimpannya ketika musim mulai membuat daundaun berwarna hijau. pada
malam, kutemukan percik yang berjingkat di matamu. aku menamainya
bulirbulir pereda untuk sebuah sakit rindu semusim lalu; kau tak
sekedar terbias pada cermin.
aku pun lelap dalam deja vu biru. kau masih berjingkat sejauh malam
melarut, entah selarut apa. ah, aku terlalu lelah menggelandang rindu
ini untuk sebuah mimpi yang lain. hingga pagi tiba, masih kutemui sisa
percikmu berjingkat lirih.
barangkali tak seutuhnya jurnal usang itu tersimpan. barangkali juga
ada lembarannya yang terpisah, entah hilang atau sengaja kau bawa
pulang untuk dijadikan ingatan akan sebuah kisah tentang hujan,
tentang aku, juga tentang kau. maka bawalah lembaran itu dalam
hidupmu. nanti, jika kau bosan, hanyutkan saja di riak samudera. di
bibir pantai ini aku menunggunya terdampar.
teruntuk hujan, tak pernah habis kutulis tentangmu dalam jurnal
usangku, pun selalu ada lembaran yang singgah di berandamu.
Batavia, 090511
Data penulis:
Nama: Ibnu Purdiavril Nugroho / Uti
Alamat: Jl. Moh. Khafi II
Gg. Johar, Rt. 003, Rw. 005, No. 29
Kel. Srengseng Sawah
Kec Jagakarsa
Jakarta Selatan 12640
No Telp: 087888703178
SEPOTONG RINDU TERUNTUK BIDADARI YANG MENCINTAI KEHENINGAN
:Ria Aprilia
Demikianlah keheningan menjadi guru paling bijak teruntuk gundah yang
merayap dalam kepalamu. Gelisah yang menggaduh menjadi baitbait petuah
dalam ruang sempit tak kasat mata. Menyerah bukan berarti kalah,
sayang, sepotong kalimat itu telah menjadi jimat yang kerap kurapal
menjelang malam.
Waktu telah mengajarimu bagaimana merenda air mata, menjadi sejaring
kenangan yang memang tidak selalu buruk. Bahkan kau telah fasih, cara
paling lembut mengelus dada saat kecewa menghantam. Hidup terlalu
indah untuk disajakkan dengan nada minor, sayang… Padahal aku tahu
pasti, matamu telah letih meruahkan gerimis, bahkan tak jarang
menjelma hujan.
Tiaptiap kita memiliki sepasang sayap yang tidak terlihat tersebab
kita lebih memilih menangisi takdir yang terkadang suka mempermainkan
sabar.
Sepasang sayap yang perlahan rekah dan kau mulai mahir mengepakkannya.
Mari sayang, kita jelajahi megamega yang menyimpan sejuta misteri.
Tanpa beban seolaholah masalah hanya setitik debu yang segera purna.
Perjalanan masih panjang. Bukan tak mungkin di depan sana, bebatuan
terjal, onak, mungkin jurang paling suram menganga, memantulkan
ketakutan paling maut. Seperti kuatir yang akhirakhir ini menghantui
tiap helai mimpimu.
: Rindu adalah kau yang belajar menjejak hari dengan tabah
BIODATA PENULIS
Nama : Lamhot Susanti H S
Nama Pena : Fairynee
Alamat : Perumnas Indah Permai
Jl. Nusa Indah No. 13B
Perdagangan
Tempat/ Tanggal Lahir : Pem. Siantar, 2 Juli 1985
No. Telepon : 081370815715
Email :
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Homepage : http://katalaseku.blogspot.com
Tentang saya:
Ayu
tiga buah tangga tiap
pekannya mengantar kita
lamatlamat ke puncak
singgasana keheningan
sudah berapa lama kita sua
memandang muka menggores luka
meraut senja nan jingga?
--aku yakin sudah sangat lama, tak
perlu angka pasti. semua dapat
ditepis dapat disembunyikan.
terangnya ribuan senja sudah kita lipat
bersama.
hanya ada tiga pada tiap
jingga yang mengurung
kita; almanak yang merah,
hujan atau malas!
--ah, bilapun almanac merah
tapi aku tetap bisa
mendengar suaramu
membisik di hati
bila hujan turun dan
pekarangan menggenang
aku tetap bisa merasamu
merasukku. sebab bukankah
kau, aku (oh, kita)
mencintai hujan?!
lalu malas. ah, rasanya aku
serupa membual tapi
teranglah aku kadang cepat
merindumu bahkan ketika
di lengkung rangkul tanganmu
Palembang, 9 Juni 2011
Wendy Fermana, lahir di Palembang, 10 November 1994. Sedang
menyelesaikan kumpulan puisi pertamanya, Ranting-Ranting Kering. Saat
ini tercatat sebagai Siswa SMA Negeri 8 Palembang dan Kru Majalah
Delapan. Alamat: Jl. Jaya 6 No. 1313 A RT 23 RW 07 Kel. 16 ulu Kec. SU
2 Palembang 30265. Dapat dihubungi di
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
atau Akun
Fb: Wendy Fermana dan Hp. 08982385700. Beberapa karyanya dapat ditemui
di http://wendyfermana.blogspot.com
On 6/14/11, yessy septiaminarty <
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
> wrote:
> Dear Mba Gita
>
> Ini Puisi untuk 3 bulannya :)
>
> makasih ya.. *peluk*
>
> --
> Yessy Septiaminarty
> GagasMedia
> Jl. H. Montong No. 57
> Ciganjur Jagakarsa
> Jakarta Selatan 12630
> Phone: *021 7888 3030* ext. 228
> Hp: *0821 109 59184*
> *www.gagasmedia.net *
>