• Home
  • Puisi
  • Cerpen
  • 1st Chapter
  • Syarat NgeblogKirimkan karya kamu
  • Agenda

Bunda

20 January 2012   Written by kandanGagas
E-mail Print PDF
Puisi
User Rating: / 1
PoorBest 
Langit sudah jingga oleh binar mentari yang meredup membelai bumi begitu hangat
Diantara lengan-lengan senja laksa butir debu tampak berterbangan
Satu sudut bumi yang tak tersentuh senja, aku melihat wanita itu menangis sayu
Menangis menatapku yang retak dimakan zaman dan usia
Aku ingat elusan tangannya dipipiku yang dulu begitu lembut, kini kasar
Aku pernah melihatnya menangis! Ketika dia sendiri sedang bercengkrama dengan nasib
Didalam kamar, aku menangis mendengar jeritan ari matanya...
...Yang dalam dan pilu
Bulan terbuai oleh remang-remang raut wajahnya
Bunda...
Ini aku! Duduk disampingmu menunggu raut nestapa lesap dari wajahmu
Kau tak sendiri bunda. Najam, bulan, angkasa dan aku memelukmu
Aku terbuai dengan binar jingga yang menari dalam matanya
Garis senyumnya yang berat mengucurkan air mataku, Kemudian dia memelukku sampai
haru benar-benar sirna
Cintanya mestika dari purnama, tidak remang, bercahaya
Bunda... Terima kasih, aku mencintaimu

Comments  

 
0 # albertus rio 2012-01-22 12:02
like this
Reply | Reply with quote | Quote
 
Refresh comments list
RSS feed for comments to this post.

Add comment


Security code
Refresh

Send
Cancel
JComments

Book of The Month

-

Buku Baru

resize image

Fan Pages

Facebook

GagasMedia GagasMedia is a fan of

GagasMediaGagasMedia

Gagas Tweet

Bloopendorse

Gagas Shoutbox


feed-icon-28x28
Copyright © 2010 Gagas Media. All Rights Reserved.
Powered by Joomla! • Design by Joomlaku • Go to Top