• Home
  • Puisi
  • Cerpen
  • 1st Chapter
  • Syarat NgeblogKirimkan karya kamu
  • Agenda

Unforgettable - Winna Efendi

09 February 2012   Written by OceMei
E-mail Print PDF
Resensi Tamu
User Rating: / 1
PoorBest 


Yang mana yang lebih baik - pernah memiliki lalu kehilangan atau tidak pernah memiliki sama sekali? pg.153


Jika dihadapkan pada pertanyaan seperti itu, jawaban apa yang akan kita pilih?
Ingin bersama walau sebentar saja atau memilih tidak sama sekali?
Ingin merasakan apa yang namanya cinta lalu patah hati?
atau,
mencoba mengingatnya sebagai kenangan yang tak dapat diraih?

Cinta itu butuh keberanian. Jika kau rasakan, peganglah. Peganglah erat-erat karena ia belum tentu akan kembali lagi. Rasakanlah saja,Nak. pg.143




Hidup itu pilihan. Dalam setiap keputusan yang kita ambil, kita sebelumnya dihadapkan pada pilihan. Mengambil keputusan bukanlah hal yang mudah. Sering kali kita salah memutuskan lalu menyesal pada akhirnya. Karenanya, tak banyak yang berani  melakukannya. Seperti halnya cinta, manusia cenderung takut tersakiti oleh karenanya lalu memilih untuk tak menyelaminya. Cinta tidak datang setiap saat, ketika ia menghampiri, kita harus memutuskan, apakah kita ingin membuka jalan baginya atau menutup pintu hati kita?


Bagi lelaki itu, waktu lebih baik tidak dapat diputar kembali. Kenangan lebih baik tidak dapat disimpan seperti kaset. Lebih baik apa adanya, mengalir seperti seharusnya. pg.26


Mereka adalah dua orang yang tidak saling mengenal. Tidak pernah menyapa, tapi selalu berada ditempat dan waktu yang sama, melakukan aktivitas yang berbeda. Menulis adalah kehidupan wanita itu. Bersama kakaknya, ia membuka usaha wine yang ternyata cukup banyak peminatnya. Dan pria itu adalah orang yang mencicipi wine di kedai Muse setiap harinya. Bermula dari tatapan yang tak sengaja bertemu, obrolan kecil pun terjadi. Obrolan mereka hanya seputar aktivitas keseharian mereka. Tidak pernah lebih dari itu. Tidak ada yang berani memulai tepatnya.



Cerita ini unik. Dari awal hingga pertengahan akhir, tempat yang menjadi lokasi pertemuan mereka selalu sama. Tak pernah berubah, seolah itu sudah menjadi bagian dari janji mereka yang tak terucap. Wine menjadi pilihan terbaik untuk menemani obrolan mereka. Tak ada yang menyadari jika wine-lah yang mempertemukan mereka berdua.

Add comment


Security code
Refresh

Send
Cancel
JComments

Book of The Month

-

Buku Baru

resize image

Fan Pages

Facebook

GagasMedia GagasMedia is a fan of

GagasMediaGagasMedia

Gagas Tweet

Gagas Shoutbox


feed-icon-28x28
Copyright © 2010 Gagas Media. All Rights Reserved.
Powered by Joomla! • Design by Joomlaku • Go to Top